Tugas aksi nyata modul 3.1

 

       

         

Aksi Nyata Modul 3.1: Refleksi Implementasi Aksi Nyata Pengambilan Keputusansebagai Pemimpin Pembelajaran.


Oleh: Susmiati, S.Pd, CGP Angkatan 11, SMPN 25  Bengkulu Utara


Tujuan Pembelajaran Khusus

Tujuan Pembelajaran Khusus pada tugas Aksi Nyata Modul 3.1 adalah: CGP (saya) dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di SMPN 25 Bengkulu Utara

Rangkuman

Modul 3.1 membahas konsep pengambilan keputusan dalam situasi dilema etika dan bujukan moral, dengan fokus pada paradigma pengambilan keputusan, prinsip-prinsip dasar,dan langkah-langkah yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Konsep Dilema Etika dan Bujukan Moral:

 Dilema etika adalah situasi di mana individu dihadapkan pada dua atau lebih pilihan yang semuanya melibatkan pertimbangan moral atau nilai-nilai yang bertentangan. Bujukan moral adalah tekanan atau pengaruh yang datang dari nilai-nilai moral atau etika yang bertentangan dengan keputusan yang akan diambil.

Empat Paradigma Pengambilan Keputusan:

1. Individu lawan kelompok (individual vs community)

2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

 

Prinsip-Prinsip Pengambilan Keputusan:

1. Berpikir Berdasarkan Tujuan Akhir: Pertimbangan konsekuensi jangka panjang dari     keputusan yang diambil.

2. Berpikir Berdasarkan Peraturan: Mengikuti peraturan, norma, dan aturan yang berlaku.

3. Berpikir dengan Rasa Peduli: Memperhatikan dampak keputusan pada individu atau    kelompok yang terlibat.

Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan:

1.     Pengenalan Nilai-Nilai yang Bertentangan: Mengidentifikasi nilai-nilai atau prinsip-prinsip   yang bertentangan dalam dilema etika.

2.  Identifikasi Pihak yang Terlibat: Mengenali semua individu atau kelompok yang akan terpengaruh oleh keputusan.

3. Pengumpulan Fakta Relevan: Mengumpulkan informasi yang relevan untu membantu dalam pengambilan keputusan.

4.     Pengujian Kebenaran: Memeriksa kebenaran dari fakta-fakta yang dikumpulkan.

5.    rtimbangan Paradigma: Memikirkan implikasi dilema etika dengan menggunakan paradigma yang relevan.

6.     Penerapan Prinsip Resolusi: Menggunakan prinsip-prinsip pengambilan keputusan untuk mencari solusi yang sesuai.

7.   Penyelidikan Opsi Trilema: Mencari tiga pilihan yang mungkin untuk mengatasi dilema etika.

8.   Pembuatan Keputusan: Memilih salah satu dari tiga opsi trilema atau mencari solusi yang lain.

9.  Refleksi Terakhir: Merenungkan keputusan yang diambil dan dampaknya, serta belajar dari pengalaman.

Pengaruh pada Pengajaran dan Kepemimpinan: Konsep-konsep dalam modul ini dapat membantu dalam mengambil keputusan yang lebih bijaksana dalam konteks pengajaran dan kepemimpinan. Pengambilan keputusan yang mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika dapat menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan individu. Keterampilan pengambilan keputusan yang lebih baik dapat meningkatkan efektivitas dalam mengelola masalah dan konflik, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat. Modul ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana menghadapi situasi dilema etika dan bujukan moral, serta bagaimana pengambilan keputusan yang bijaksana dapat memengaruhi kehidupan dan masa depan individu dan kelompok.

 

Refleksi Sebagai Guru Penggerak Setelah Mempelajari Modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan

Sebagai guru penggerak, modul 3.1 telah membekali saya dengan kemampuan yang lebih baik dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah dilema etika yang seringkali melibatkan pilihan-pilihan sulit antara nilai-nilai yang saling bertentangan.

Berikut adalah refleksi saya tentang proses pengambilan keputusan yang terjadi di SMPN 25 Bengkulu Utara

 

Moment ini terjadi saat hendak kenaikan kelas IX, ada seorang murid bernama Tari (nama samaran), yang tidak memenuhi syarat untuk kenaikan kelas, hal ini terjadi karena pada
semester ke dua Tari jarang masuk sekolah, sebelum ke guru BK wali kelas sudah berupaya untuk melakukan segala cara untuk mencari tau apa yang menyebabkan Tari jarang masuk
sekolah, bahkan Tari pun juga tidak pernah mengerjakan tugas yang diberikan oleh setiap guru. Hal ini menyebabkan rata-rata nilainya menjadi sangat rendah, karena hampir semua guru yang mengajar di kelasnya memberikan nilai  dibawah KKM, menurut peraturan sekolah Tari tidak memenuhi syarat untuk naik kelas, setelah orang tua di panggil dan diberitahukan bahwa Tari memenuhi syarat untuk tidak naik kelas , orang tuanya memohon untuk Tari dinaikkan, Orangtua nya beralasan bahwa seringnya Tari tidak sekolah karena bekerja untuk membantu orangtuanya Selanjutnya orangtuanya berjanji untuk mencari solusi agar anaknya bisa datang kesekolah setiap hari .Disatu sisi sebenarnya kasihan melihat kondisi keluarga Tari yang memiliki kekurangan ekonomi, sehingga menyebabkan ia jarang kesekolah. Disaat temannya sekolah dia harus bekerja untuk membantu mencari uang untuk membantu keluarganya, namun di sisi lain peraturan sekolah harus di tegakkan agar anak-anak tidak memiliki permasalahan yang serupa.

Dilema Etika Sebagai Guru Wali Kelas

Dilema Etika Yang Saya Hadapi Ketika Menghadapi Kasus Ini Adalah Ketika Saya Harus Memilih Antara :

·        Mengikuti  Aturan Yang Berlaku, Tari Harus Mendapat Konsekuensi Karena Ketidak Hadirannya Dan Nilai Kosong Pada Beberapa Mata  Pelajaran

·        Memberikan Kesempatan Kedua Karena Saya Percaya Bahwa Tari Akan   Berubah Di Kelas IX

Setelah Berdiskusi  Dengan, Waka Kurikuluum Dan Kepala Sekolah Kami Memilki Pemahaman
Yang Sama, Sehingga Ada Pertimbangan-Pertimbangan Atas Kasus Ini

 

Tolak Ukur

Dihasilkan keputusan yang tepat agar tidak merugikan siapapun.Keputusan harus berpihak pada murid dan dapat dipertanggung jawabkan

Paradigma Dan Prinsip Yang Digunakan Paradigma Rasa Keadilan lawan Rasa Kasihan

Prinsip Berpikir berbasis rasa perduli

 Paradigma Dan Prinsip Yang Digunakan Rasa keadilan Memberikan konsekuensi sesuai dengan peraturan sekolah yang menerapkan  secara konsisten agar tercipta keadilan

Rasa Kasihan  Memberikan kesempatan kedua pada Tari melalui pendampingan, memberikan suport dan menanamkan keyakinan pada dirinya bahwa pasti bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 Paradigma Dan Prinsip Yang Digunakan

Berpikir Berbasis Rasa Perduli Keputusan yang dibuat adalah untuk memberikan kesempatan
kedua didasarkan pada rasa empati dan peduli kepada Tari serta pemahaman terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi Tari. Saya memposisikan diri sebagai Tari juga ingin diberikesempatan untuk berubah mejadi lebih baik

 

9 LangkahPengambilan Keputusan dan Pengujian Keputusan

·        Mengenali Nilai-Nilai yang Bertentangan

·        Menentukan siapa yang terlibat

·        Pengujian paradigma benar lawan benar

·        Pengujian Benar atau salah

·        Kumpulkan fakta-fakta yang relevan

·        Melakukan prinsip resolusi

·        Investasi opsi Trilema

·        Buat keputusan

·        Lihat lagi keputusan dan refleksiakan

 

Mengenali Nilai-Nilai Yang Bertentangan

Nilai yang bertentangan adalah nilai keadilan lawan belas kasihan

 Menentukan siapa yang terlibat :

1.   Wali kelas

2.   Wakil kurikulum

3.   Guru BK

4.   Wali murid

5.   Kepala sekolah murid

Fakta-fakta yang relevan

1.     Absensi ketidakhadiran

2.     Tugas-tugas yang belum terslesaikan di beberapa mata pelajaran

3.     Orangtua yang sibuk bekerja keluarga lainnya yang kurang peduli

Pengujian benar atau salah:

Uji legal          :  Tidak ada pelanggran hukum untuk kasus ini

Uji regulasi     : Tidak ada pelanggaran hukum untuk kasus ini

Uji intuisi         : Memberikan kesempatan kedua dan kepercayaan pasti akan Dapat mengubah                             murid menjadi lebih baik. Pengujian benar atau salah

Uji publikasi               : Tidak ada publikasi dalam kasus ini hanya intern yang terlibat saja

    Uji panutan                : Panutan saya mungkin akan melakukan hal yang sama melihat      perkemangan mental murid,mengidentifikasi permasalahan dan memberikan kesempatan kedua

PENGUJIAN PARADIGMA BENAR LAWAN BENAR

Paradigma yang digunakan adalah justice vs mercy ( rasa keadilan lawan rasa kasihan). Pada kasus ini walaupun murid diberikan kesempatan kedua namun tetap tidak mengabaikan syarat kenaikan kelas yaitu segera memenuhi tugas yang belum terslesaikan dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

INVESTIGASI OPSI TRILEMA

Dengan berdiskusi dengan ketua jurusan, waka kurikulum, waka kesiswaan dan ke, kepala sekolah maka diputuskan untuk memberikan kesempatan kepada murid tersebut untuk
memperbaiki  diri dengan terus memberikan bimbingan dan arahan serta memberikan pemahaman kepada teman-teman lainnya agar tidak terjadi kesalahpahaman

BUAT KEPUTUSAN

Memberi kesempatan pada murid untuk tetap dalam pendampingan berkelanjutan dan wali kelas dan guru BK dan koordinasi dengan kesiswaan.

Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Menurut kurikulum dan guru BK, ini merupakan keputusan yang tepat karena percaya dan yakin murid tersebut akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik, tentunya keputusan ini juga hasil musyawarah Bersama.

EVALUASI KETEPATAN TAHAPAN PENGAMBILAN DAN PENGUJIAN KEPUTUSAN

Langkah pengambilan keputusan sudah tepat karena, karena saya tidak bekerja sendiri, ada pihak yang terlibat, pengumpulan fakta-fakta yang relevan dan berbagai pengujian untuk memastikan keputusan yang diambil lebih etis dan dapat dipertanggung jawabkan

 

 


Komentar